Selasa, 03 Oktober 2017

Makalah Jurnal Ilmiah


Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh Good People. Apa kabar? Makasih udah mampir yaa. Ada yang lagi nyari contoh makalah Bahasa Indonesia? Nahh kebetulan kemarin vynda dikasih tugas nih sama Ibu Dosen Mata Kuliah Bahasa Indoneisa Tercinta, Ibu Yen Norahma Yeni, M.Pd untuk bikin makalah bahasa Indonesia. dari 12 materi yang diberikan vynda pilih materi "ARTIKEL JURNAL ILMIAH", karena menuru vynda ini penting banget nihhh buat dipelajarin dari sekarang biar besok gak jadi "momok" pas nyusun tugas akhir, yahh meskipun di makalah yang vynda susun sebenernya masih banyak kekurangannya, mohon kritik & saran yang membangun yaa dari para pembacaa. let's check it out  Good Peoples ☺☺☺☺☺☺☺☺☺



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Lembaga pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan Tridharma perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Pengembangan tersebut dapat ditumbuhkan apabila didukung oleh suasana budaya akademik (academic culture) yang kuat di lembaga tersebut. Budaya akademik adalah suatu budaya yang tumbuh di perguruan tinggi yang mencerminkan sebuah suasana ilmiah dan ditandai oleh sejumlah aktivitas ilmiah melalui segenap kegiatannya, seperti aktivitas perkuliahan, seminar, kegiatan penelitian yang semua kegiatan tersebut disebarluaskan melalui publikasi-publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal-jurnal ilmiah.
Penyebarluasan publikasi ilmiah melalui jurnal-jurnal ilmiah selain mengembangkan budaya akademik juga sekaligus menjadi ajang komunikasi akademik yang pada gilirannya memberikan kontribusi positif bagi perguruan tinggi dalam penyebarluasan ilmu pengetahuan melalui hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan.Namun amat disayangkan, penyebarluasan hasil-hasil penelitian melalui jurnal-jurnal ilmiah yang dilakukan oleh perguruan tinggi secara nasional, masih sangat rendah. Hal ini terkait erat dengan berbagai kendala, seperti:
1)      rendahnya kemampuan menulis para mahasiswa dan dosen
2)      rendahnya pembinaan terhadap kegiatan-kegiatan penelitian dan penulisan
3)      rendahnya penghargaan lembaga terhadap dosen-dosen yang potensial dalam menulis,dan
4)      kurangnya pemahaman sivitas akademika terhadap peran dan fungsi perguruan tinggi dalam mengembangkan budaya akademik, khususnya, yang berkaitan dengan pengembangan jurnal ilmiah.


Rendahnya produk jurnal ilmiah yang dibuat oleh perguruan tinggi
berdampak pada rendahnya mutu jumal secara nasional, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Berdasarkan kenyataan ini maka pemerintah melalui Kemendikbud mengeluarkan Surat Edaran nomor 152/E/T/2012 tentang Syarat Kelulusan Menulis Karya Ilmiah pada Jurnal bagi Program
Sarjana, Magister, dan Doktoral.
Dikeluarkannya surat edaran itu merupakan bentuk keprihatinan
Kemendikbud atas prestasi ilmiah dunia akademik perguruan tinggi di Indonesia. Ribuan perguruan tinggi dari universitas, institut, sekolah tinggi, dan akademi yang ada sejauh ini tidak mampu memberikan kontribusi yang memadai dalam publikasi karya ilmiah atau riset (Sukron Ma'mun, 20 12).

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian dari artikel jurnal ilmiah?
2.      Apa saja jenis-jenis artikel jurnal ilmiah?
3.      Bagaimana syarat-syarat artikel jurnal ilmiah yang baik?
4.      Bagaimana format dan sistematika penulisan artikel jurnal ilmiah?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari artikel jurnal ilmiah.
2.      Untuk mengetahui jenis-jenis artikel jurnal ilmiah.
3.      Untuk mengetahui syarat-syarat artikel jurnal ilmiah yang baik.
4.      Untuk Mengetahui format dan sistematika penulisan artikel jurnal ilmiah.







BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Jurnal Ilmiah
Jurnal ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala (Hakim, 2012).
Jurnal ilmiah adalah sebuah publikasi yang diterbitkan secara berkala oleh suatu organisasi profesi atau institusi akademik yang memuat artikel-artikel yang merupakan produk pemikiran ilmiah secara empiris (artikel hasil penelitian) maupun secara logis (artikel hasil pemikiran) dalam bidang ilmu tertentu (Gunawan, dkk.).
Adnan, dkk., (2005) menyebut jurnal ilmiah sebagai forum komunikasi bagi anggota masyarakat ilmiah disiplin ilmu tertentu. Karena dibaca oleh anggota masyarakat tertentu, maka jurnal ilmiah harus menyajikan artikel-artikel yang sesuai dengan minat dan kepentingan tersebut. Isi dari jurnal ilmiah adalah artikel ilmiah (research article) yakni tulisan yang berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau hasil penelitian yang disajikan bagi masyarakat ilmiah tertentu, yang merupakan audiens khusus dengan tujuan menyampaikan hasil kajian dan kontribusi penulis artikel kepada mereka untuk dipikirkan, dikaji kembali, dan diperdebatkan, baik secara lisan maupun secara tertulis. Yang dimaksud dengan laporan yang sistematis adalah laporan yang disusun dengan mengikuti struktur dan format yang berlaku dalam suatu jurnal ilmiah. Sedangkan yang dimaksud dengan hasil kajian adalah hasil pemikiran intensif tentang suatu topik, sedangkan hasil penelitian umumnya lebih spesifik, karena harus melibatkan data, yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, laporan dari surat kabar atau majalah, wawancara, laporan saksi mata, dokumen dan sebagainya (Adnan, dkk., 2005).


Peran dan fungsi jurnal ilmiah:
(1) sarana komunikasi akademik antarapara ilmuwan (dosen/guru)
(2) penyebaran (diseminasi) hasil-hasil penelitian
(3) pengembangan budaya akademik di perguruan tinggi
(4) sebagai penukaran informasi untuk menghasilkan ide-ide baru akan ilmu pengetahuan dan teknologi. Aspek-aspek penting lainnya keberadaan jurnal di perguruan tinggi antara lain:
(1) dapat dijadikan sarana pelatihan menulis para dosen
(2) sebagai sumber pengetahuan baru
(3) dapat digunakan sebagai sarana perolehan angks kredit
(4) sebagai pengangkatan citra perguruan tinggi

B.     Pengertian Artikel Ilmiah
1.      Artikel ilmiah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat diartikan sebagai karya tulis lengkap. Misalnya laporan berita atau essai dalam majalah atau surat kabar.
2.      Artikel ilmiah menurut Ilmu Pengetahuan adalah artikel yang memenuhi kaidah ilmu pengetahuan. Misalnya artikel yang bertema seni dan budaya.
3.      Artikel ilmiah adalah karangan yang dihasilkan melalui proses penelitian lapangan atau pemikiran konseptual yang berlandaskan kajian kepustakaan yang ditebitkan dalam jurnal ilmiah
4.      Artikel imiah juga dapat diartikan sebagai hasil berpikir ilmiah yang didasarkan pada rencana yang relatif matang karena akan memudahkan penulis untuk mewujudkan teks artikel.
5.      Selain itu, artikel juga merupakan suatu representasi hasil pemikiran penulis atau suatu obyek kajian kepada pembaca melalui bahasa tulis dengan mengikuti sistematika dan kaidah penulisan ilmiah.
6.      Artikel ilmiah, bisa ditulis secara khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis, disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai keilmiahannya.
Artikel ilmiah (research articles) menurut Adnan adalah tulisan yang berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau hasil penelitian yang disajikan bagi masyarakat ilmiah tertentu, yang merupakan audiens khusus dengan tujuan menyampaikan hasil kajian dan kontribusi penulis artikel kepada mereka untuk dipikirkan, dikaji kembali, dan didiskusikan, baik secara lisan maupun tertulis. Yang dimaksud dengan audien khusus antara lain seperti mahasiswa, dosen, peneliti dan ilmuwan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa artikel ilmiah merupakan  sebuah media komunikasi yang digunakan oleh dosen, mahasiswa, peneliti dan ilmuwan untuk menyampaikan hasil kajian ilmu atau penelitian.
Berdasarkan pengertian-pengertian artikel yang telah disebutkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa artikel adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk tulisan melalui proses penelitian lapangan atau konsepstual dengan mengikuti sistematika dan kaidah penulisan ilmiah.

C.    Jenis-Jenis Artikel Jurnal Ilmiah
Artikel yang terdapat dalam jurnal ilmiah memiliki banyak jenis, di antaranya adalah:
(1) artikel hasil penelitian
(2) artikel non-penelitian
(3) tinjauan buku (books review)
(4) obituari (obituary)
(5) laporan kasus
(6) ceramah
(7) editorial.
Biasanya jurnal-jurnal bidang kedokteran dan kesehatan relatif memuat hampir seluruh jenis artikel yang telah disebutkan di atas. Namun umumnya jurnal ilmiah yang ada memuat dua atau empat dari tujuh jenis artikel yang ada. Keempat jenis artikel yang dimaksud adalah artikel hasil penelitian, artikel non-penelitian, artikel tinjauan buku dan artikel obituari. Untuk pemahaman kita, keempat jenis artikel tersebur akan dibahas secara lebih rinci.

1. Artikel Hasil Penelitian
Artikel hasil penelitian (research article) adalah artikel yang diterbitkan dalam jurnal-jurnal ilmiah (journals). Artikel jenis ini berisi pelaksanaan dan hasil penelitian. Pemuatan artikel jenis ini bertujuan untuk membuka wacana diskusi dan kemungkinan penelitian baru, sekaligus untuk mengetahui apakah teori-teori atau pandangan-pandangan yang terkait dengan masalah yang diteliti layak untuk untuk tetap diikuti atau hams ditinjau kembali. Nama lain dari artikel hasil penelitian adalah "artikel asli," biasanya merupakan artikel ilmiah hasil penelitian, atau dapat berupa konsep-konsep asli yang dikembangkan dari artikel-artikel ilmiah yang dipublikasikan. Biasanya bentuk atau format penyajiannya setidaknya terdiri dari:
(a) judul dan nama penulis
(b) abstrak
(c) kata kunci
(d) pendahuluan
(e) metode
(f) hasil
(g) diskusi
(h) simpulan
(i) daftar pustaka

2. Artikel Non-penelitian
Artikel non penelitian atau sering disebut juga dengan artikel tinjauan (review papers) biasanya merupakan artikel ilmiah yang disusun berdasarkan telaah pustaka atau kajian teori. Artikel jenis ini beragam, berisi telaah teori, konsep, prinsip, pengembangan suatu model, mendeskripsikan fakta atau fenomena tertentu, menilai suatu produk, dan lain-lain. Karena jenisnya beragam maka bentuk penyajiannya pun sangat variatif tidak seperti artikel penelitian yang memiliki bentuk baku. Artikel tinjauan biasanya ditulis oleh para pakar atas permintaan editor.
Penulisan artikel jenis ini biasanya penulis terlebih dulu mengkaji tulisan-tulisan yang relevan dengan permasalahannya, baik yang sejalan atau yang bertentangan dengan apa yang oleh penulis artikel dianggap benar (Suhadi Ibnu).
Artikel non-penelitian merniliki banyak nama, di antaranya adalah artikel tinjau (review article) dan artikel hasil pemikiran konseptual. Disebut demikian karena artikel tinjauan berkaitan dengan tinjauan teoritikal yang cenderung berlanciaskan pada argumentasi logikal (Kalijernih, 2010). Sehingga sering dikatakan artikel hasil pemikiran (konseptual) merupakan penuangan pikiran (gayasan) penulis tentang suatu hal, yang pengembangannya mengikuti kaidah-kaidah berpikir ilmiah (logis, kritis objektif, dan sistematik). Menurut Noguci sebagaimana dikutip Kali jernih (2010), fokus penulisan artikel tinjauan, berisi sajian tentang pandangan sejarah dari bidang tertentu, mendeskripsikan pengetahuan mutakhir tentang bidang tertentu, mengusulkan sebuah model atau teori untuk menjelaskan data atau mengundang perhatian. terhadap isu-isu dalam sebuah bidang tertentu.
3. Telaah Buku (Books Review)
Telaah buku (books review) atau sering disebut resensi buku merupakan tinjauan analitik dan kritis atas sebuah buku yang baru diterbitkan (1-3 tahun).
Telaah dimaksudkan untuk memberikan garnbaran ringkas bagi calon pembaca buku yang bersangkutan. Paparan penulis telaah bersifat analitik, kritis dan jika mungkin komparatif dengan acuan buku-buku sejenis yang telah diterbitkan lebih dulu. Yang perlu diperhatikan dalam menelaah buku adalah penelaah buku harus bersifat objektif dalam mengulas kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan buku yang ditelaahnya secara proposional.
4. Obituari (Obituary)
Obituari (obitary) adalah artikel yang mengulas berita kematian seorang tokoh ilmuwan yang disertai biografi singkat tokoh tersebut. Tujuan pemuatan obituari adalah untuk memberikan penghormatan kepada ilmuwan yang bersangkutan atas jasa-jasa semasa hidupnya di dalam pengembangan bidang ilmu yang ditekuninya.

D.    Syarat-syarat Artikel Ilmiah
1.    Ciri artikel yang baik:
a.       Aktual
b.      Akurat
c.       Cukup panjang dan bagus
d.      Mempunyai gambar-gambar sebagai ilustrasi lengkap.
2.    Syarat-syarat artikel yang baik
a.       Mengandung masalah
b.      Topik harus spesifik, sehingga dapat dengan mudah diuraikan atau dijelaskan. Semakin spesifik suatu topik, semakin mudah bagi penulis untuk menyelesaikannya.
c.       Semua gagasan harus bisa dipertanggungjawabkan dengan mengikutsertakan alasan, bukti, dan contoh.
d.      Panjang artikel antara 3-5 halaman.
e.       Sebuah artikel hendaknya menyertakan alternatif pemecahan persoalan atau menyertakan harapan, usul ataus saran kepada pembaca.

E.     Sistematika Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah
Telah dikemukakan bahwa umumnya jurnal ilmiah memuat empat jenis artikel, yaitu hasil penelitian, non-penelitian, tinjauan buku, dan obituari. Berikut ini akan dijelaskan unsur-unsur yang terdapat dalam keempat jenis artikel tersebut.
a.      Format Artikel Hasil Penelitian
Isi dan format artikel hasil penelitian dalam jurnal memiliki format umum yang relatif baku. Berikut ini disajikan uraian singkat tentang isi dan format atau sistematika penulisan artikel hasil penelitian yang lazim digunakan.
1.      Judul
Dalam membuat judul artikel, hendaknya harus memenuhi hal-hal berikut:
(1) informatif dan komprehensif
(2) mencerminkan isi artikel,
(3)dapat menarik perhatian
(4) memuat variabel-variabel yang diteliti atau kata-kata kunci yang menggambarkan masalah yang, diteliti. Terkait dengan judul yang menarik, ada beberapa saran yang disampaikan Adnan (2005), yakni:
(1) pilihlah kata-kata yang langsung menawarkan jawaban, atau setidaknya menyinggung masalah yang dimasa lalu belum terjawab dan masih menimbulkan kontroversi
(2) informasi yang layak diberitakan (news value). News value artikel ilmiah adalah informasi baru tentang suatu topik penting atau yang sedang hangat dibicarakan oleh media
(3) judul sebaiknya tidak lebih dari 12 kata jika ditulis dalam bahasa Indonesia dan 10 kata jika ditulis dalam bahasa Inggris.
2.      Nama dan Keterangan Penulis
Pencantuman nama penulis dilakukan tanpa gelar akademik ataupun kepangkatan. Nama penulis dilengkapi dengan keterangan lembaga asal penulis yang disertai alamat lembaga, dan dilengkapi dengan email atau telpon untuk keperluan korespondensi. Apabila artikel ditulis oleh tim, maka penulis utama dicatumkan pada urutan pertama. Untuk contoh lihat lampiran.


3.      Abstrak (Abstract)
Abstrak merupakan bagian penting yang digunakan untuk menarik perhatian pembaca. Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang ide-ide yang paling penting. Abstrak berisi ringkasan dari inti suatu artikel secara komprehensif, yang memuat uraian masalah penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian yang digunakan, dan hasil penelitian. Panjang abstrak kurang lebih 100 kata dan ditulis dalam satu paragraf. Abstrak harus ditulis dalam dwi bahasa, yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Abstrak juga dapat digunakan untuk memudahkan pembaca melakukan skimming dan scanning (Kali jernih, 2010).
4. Kata Kunci (Keywords)
Kata kunci (keywords) adalah kata atau terminologi spesifik bidang ilmu yang dibahas di dalam artikel. Kata kunci (keywords) menggambarkan ranah masalah yang diteliti dan istilah-istilah teknis yang berkaitan dengan penelitian yang dilaporkan. Kata kunci dapat diambil dari judul penelitian atau dari tubuh artikel (yang mencerminkan ranah permasalahan yang diteliti) sebanyak kurang lebih 3-5 kata. Fungsi kata kunci digunakan untuk filling and searching, pengelompokkan, dan dokumentasi.
5. Pendahuluan (Introduction)
Bagian pendahuluan (Introduction) umumnya memuat antara lain:
(1) Permasalahan penelitian, yang mencakup uraian masalah atau alasan penelitian (latar belakang), pernyataan logis yang mengarah ke hipotesis atau tema pokok
(2) cara pendekatan atau pemecahan masalah
(3) tujuan penelitian
(4) hasil yang diharapkan
(5) rangkuman kajian teoritik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Dalam menulis kajian teoritik, sebaiknya gunakan acuan yang mutakhir dan relevan. Seluruh bagian pendahuluan dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf, dengan panjang kurang lebih 15-20% dari panjang keseluruhan artikel.
6. Metode (Method)
Bagian ini memuat bagaimana penelitian dilakukan. Bagian ini memuat unsur-unsur antara lain:
(1) rancangan atau desain penelitian
(2) sasaran penelitian (populasi dan sampel atau subjek penelitian)
(3) pengembangan instrumen dan teknik pengumpulan data
(4) teknik analisis data.
Format sub-sub bagian ditulis dalam format esai dan seminimal mungkin menggunakan format enumeratif (lihat contoh).
7. Hasil (Result)
Hasil Penelitian atau biasa ditulis "Hasil" saja, merupakan bagian utamadari artikel penelitian. Bagian ini memuat hasil analisis data. Hasil penelitian tidak memuat pengujian hipotesis dan penggunaan statistik. Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik. Grafik dan tabel harus dibahas dalam tubuh artikel tetapi tidak dengan cara pembahasan yang mendetil satu-persatu. Jika penyajiannya relatif panjang, hasil, dapat dibagi ke dalam sejumlah sub-sub bagian. Panjang paparan hasil kurang lebih 40-60% dari panjang artikel.
8. Pembahasan (Discussion)
Bagian pembahasan merupakan bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah. Bagian ini berisi ulasan atau pemaknaan hasil dan pembandingan dengan teori dan atau hasil penelitian sejenis. Pembahasan memuat jawaban-jawaban pertanyaan penelitian dan menunjukkan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh, menginterpretasikan temuan, mengaitkan temuan penelitian  dengan struktur pengetahuan yang telah mapan, dan memunculkan teori-teori baru atau modifikasi dari teori yang telah ada. Pembahasan menjadi lebih penting artinya apabila temuan penelitian berbeda dengan teori-teori yang selama ini diakui kebenarannya. Bagian ini memuat kurang lebih 50%-70% panjang artikel.
9. Simpulan dan Saran
Simpulan menyajikan ringkasan dan penegasan penulis mengenai temuan hasil penelitian yang berupa jawaban atas pertanyaan penelitian atau esensi dari hasil penelitian dan pembahasan. Sedangkan saran hendaknya dikembangkan berdasarkan temuan penelitian. Saran dapat mengacu kepada tindakan praktis, pengembangan teori baru, dan penelitian lanjutan. Simpulan maupun saran disajikan dalam bentuk paragraf bukan dalam bentuk numerikal.
10. Daftar Rujukan
Daftar rujukan atau sering disebut juga dengan daftar pustaka ditulis dengan menggunakan pedoman umum yang berlaku bagi penulis artikel. Ada sejumlah pedoman yang harus ditaati dalam membuat daftar rujukan:
(1) hanya yang benar-benar dirujuk di dalam artikel yang boleh dicantumkan di dalam daftar rujukan
(2) semua yang dirujuk dalam artikel hams
tercantum di dalam daftar rujukkan.

b.      Format Artikel Non-Penelitian
Isi dan format artikel non-penelitian, walau pun memiliki sejumlahmunsur-unsur yang relatif sama dengan artikel hasil penelitian, secara substansial memiliki perbedaan. Pada artikel non-penelitian tidak memiliki unsur-unsur metode, hasil, dan pembahasan, seperti yang terdapat pada isi dan format artikel hasil penelitian. Sebaliknya unsur-unsur tersebut diganti dengan
bahasan utama atau bahasan inti berupa sub-sub judul yang disesuaikan dengan subtopik yang sedang dibicarakan atau argumentasi yang sedang dikembangkan oleh penulisnya (Adnan, dkk., 2005). Umumnya isi berupa kupasan, analisis, argumentasi dan pendirian penulis mengenai masalah yang,dibicarakan. Sedangkan unsur-unsur lain seperti judul, nama penulis, keterangan penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan, simpulan, dan lain-lain, sama dengan artikel hasil penelitian. Namun demikian terdapat perbedaan di dalam isinya. Berikut penjelasan isi dan format artikel non-penelitian atau artikel hasil pemikiran.
1. Judul (formatnya sama dengan forrnat artikel hasil penelitian).
2. Nama penulis (formatnya sama dengan format artikel hasil penelitian).
3. Abstrak (formatnya sama dengan format artikel hasil peneli tian).
4. Kata kunci (formatnya sama dengan format artikel hasil penelitian).
5. Pendahuluan. berisi uraian yang mengantarkan pembaca kepada topik utama yang akan dibahas.
6. Bagian inti. Bagian ini terdiri dari sejumlah sub-judul yang disesuaikan dengan topik bahasan.
7. Penutup atau simpulan. Merupakan sub-judul bagian akhir dari suatu artikel non-penelitian. Isinya berupa catatan akhir atau yang sejenisnya.
8. Daftar Rujukan (formatnya sama dengan format artikel hasil penelitian).
c.       Format Tinjauan Buku
Untuk format tinjauan buku (book reviewer) tidak memiliki format baku, namun demikian isi dari tinjauan buku, umumnya memuat antara lain:
1. Bagian Pendahuluan. Umumnya memuat data buku meliputi judul buku, nama penulis, penerbit, cetakan dan tahun terbit, serta keterangan tebal dan jumlah halaman.
2. Bagian Pengenalan. Umumnya berisi pengantar pengenalan kepada pembaca berupa informasi tentang isi buku. Lalu diikuti oleh ikhtisar singkat dari isi buku yang sedang di review, dengan cara mencatat sejumlah gagasan pokok dari buku tersebut.
3. Bagian Penilaian. Upaya melalukan evaluasi terhadap isi buku secara komprehensif, disertai dengan penjelasan tentang kelebihan dan kekurangan dari buku tersebut
4. Bagian Akhir. Memuat sejumlah kesimpulan serta rekomendasi buku tersebut kepada orang lain.
d.      Format Obituari
Sama halnya dengan format artikel tinjauan pustaka, format artikel obituari dalam jurnal umumnya juga tidak baku. Komponen atau unsur-unsur yang terdapat dalam artikel obituari umumnya berisi antara lain:
1. Memuat biografi singkat hidup tokoh yang baru saja meninggal
2. Memuat karier akademik dengan memuat sejumlah karya-karya yang menonjol di bidangnya. Disertai cuplikan-cuplikan dari karyanya yang dipandang memberikan kontribusi besar di bidangnya. memuat sejumlah penghargaan akademik yang diperoleh disertai komentar-komentar sahabat atau kolega dalam bidangnya.
3. Untuk melengkapi data si tokoh, biasanya juga disertai riwayat pendidikan dan sejumlah penghargaan yang diterimanya.

Sistematika penulisan berkaitan dengan sistematika penjenjangan atau peringkat judul dan sub-sub judul dengan menggunakan jenis-jenis ukuran yang berbeda. Secara umum sistematika penulisan artikel untuk jurnal ilmiah, apabila terdiri dari empat jenjang, ditulis sebagai berikut:
1.      Jenjang pertama (untuk judul bab), ditulis dengan huruf BOLD KAPITAL, diletakkan di tengah,
2.      jenjang kedua (subjudul I), ditulis dengan huruf  BOLD KAPITAL di      pinggir,

3.      jenjang ketiga (subjudul2), ditulis dengan huruf bold tidak kapital di pinggir, dan
4.      jenjang keempat (subjudul 3), ditulis dengan huruf bold italic di pinggir.




























BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Jurnal ilmiah adalah sebuah publikasi yang diterbitkan secara berkala oleh suatu organisasi profesi atau institusi akademik yang memuat artikel-artikel yang merupakan produk pemikiran ilmiah secara empiris maupun secara logis dalam bidang ilmu tertentu.
Artikel adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk tulisan melalui proses penelitian lapangan atau konseptual dengan mengikuti sistematika dan kaidah penulisan ilmiah.
Artikel yang terdapat dalam jurnal ilmiah memiliki banyak jenis, di antaranya adalah: (1) artikel hasil penelitian, (2) artikel non-penelitian, (3) tinjauan buku (books review), (4) obituari (obituary), (5) laporan kasus, (6) ceramah dan (7) editorial.
Ciri artikel yang baik: Aktual, akurat, cukup panjang dan bagus, serta mempunyai gambar-gambar sebagai ilustrasi lengkap.
syarat-syarat artikel yang baik adalah mengandung masalah, topik harus spesifik, mengikutsertakan alasan, bukti, dan contoh, panjang artikel antara 3-5 halaman, menyertakan alternatif pemecahan persoalan atau menyertakan harapan, usul atau saran kepada pembaca.
Secara umum sistematika penulisan artikel untuk jurnal ilmiah, apabila terdiri dari empat jenjang, ditulis sebagai berikut: Jenjang pertama (untuk judul bab), ditulis dengan huruf BOLD KAPITAL, diletakkan di tengah, jenjang kedua (subjudul I), ditulis dengan huruf BOLD KAPITAL di pinggir, jenjang ketiga (subjudul2), ditulis dengan huruf bold tidak kapital di pinggir, dan jenjang keempat (subjudul 3), ditulis dengan huruf bold italic di pinggir.

B. Saran
Dengan dibuatnya makalah ini penulis menyarankan kepada para pembaca agar meningkatkan gairah menulis artikel ilmiah yang pada akhirnya meningkatkan mutu jurnal ilmiah di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia baik kualitas maupun kuantitas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar