Assalamulaikum warahmatullahi wabarakatuh Good People. Apa kabar? Makasih udah mampir yaa. Ada yang lagi nyari contoh makalah Bahasa Indonesia? Nahh kebetulan kemarin vynda dikasih tugas nih sama Ibu Dosen Mata Kuliah Bahasa Indoneisa Tercinta, Ibu Yen Norahma Yeni, M.Pd untuk bikin makalah bahasa Indonesia. dari 12 materi yang diberikan vynda pilih materi "ARTIKEL JURNAL ILMIAH", karena menuru vynda ini penting banget nihhh buat dipelajarin dari sekarang biar besok gak jadi "momok" pas nyusun tugas akhir, yahh meskipun di makalah yang vynda susun sebenernya masih banyak kekurangannya, mohon kritik & saran yang membangun yaa dari para pembacaa. let's check it out Good Peoples ☺☺☺☺☺☺☺☺☺
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Lembaga
pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab dalam mengembangkan Tridharma
perguruan tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada
masyarakat. Pengembangan tersebut dapat ditumbuhkan apabila didukung oleh suasana
budaya akademik (academic culture) yang
kuat di lembaga tersebut. Budaya akademik adalah suatu budaya yang tumbuh di
perguruan tinggi yang mencerminkan sebuah suasana ilmiah dan ditandai oleh
sejumlah aktivitas ilmiah melalui segenap kegiatannya, seperti aktivitas
perkuliahan, seminar, kegiatan penelitian yang semua kegiatan tersebut
disebarluaskan melalui publikasi-publikasi ilmiah dalam bentuk jurnal-jurnal
ilmiah.
Penyebarluasan
publikasi ilmiah melalui jurnal-jurnal ilmiah selain mengembangkan budaya
akademik juga sekaligus menjadi ajang komunikasi akademik yang pada gilirannya
memberikan kontribusi positif bagi perguruan tinggi dalam penyebarluasan ilmu
pengetahuan melalui hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan.Namun amat
disayangkan, penyebarluasan hasil-hasil penelitian melalui jurnal-jurnal ilmiah
yang dilakukan oleh perguruan tinggi secara nasional, masih sangat rendah. Hal
ini terkait erat dengan berbagai kendala, seperti:
1) rendahnya
kemampuan menulis para mahasiswa dan dosen
2) rendahnya
pembinaan terhadap kegiatan-kegiatan penelitian dan penulisan
3) rendahnya
penghargaan lembaga terhadap dosen-dosen yang potensial dalam menulis,dan
4) kurangnya
pemahaman sivitas akademika terhadap peran dan fungsi perguruan tinggi dalam
mengembangkan budaya akademik, khususnya, yang berkaitan dengan pengembangan
jurnal ilmiah.
Rendahnya
produk jurnal ilmiah yang dibuat oleh perguruan tinggi
berdampak pada rendahnya mutu jumal
secara nasional, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Berdasarkan
kenyataan ini maka pemerintah melalui Kemendikbud mengeluarkan Surat Edaran
nomor 152/E/T/2012 tentang Syarat Kelulusan Menulis Karya Ilmiah pada Jurnal
bagi Program
Sarjana,
Magister, dan Doktoral.
Dikeluarkannya
surat edaran itu merupakan bentuk keprihatinan
Kemendikbud atas
prestasi ilmiah dunia akademik perguruan tinggi di Indonesia. Ribuan perguruan
tinggi dari universitas, institut, sekolah tinggi, dan akademi yang ada sejauh
ini tidak mampu memberikan kontribusi yang memadai dalam publikasi karya ilmiah
atau riset (Sukron Ma'mun, 20 12).
B.
Rumusan
Masalah
1. Apakah
pengertian dari artikel jurnal ilmiah?
2. Apa
saja jenis-jenis artikel jurnal ilmiah?
3. Bagaimana
syarat-syarat artikel jurnal ilmiah yang baik?
4. Bagaimana
format dan sistematika penulisan artikel jurnal ilmiah?
C.
Tujuan
1. Untuk
mengetahui pengertian dari artikel jurnal ilmiah.
2. Untuk
mengetahui jenis-jenis artikel jurnal ilmiah.
3. Untuk
mengetahui syarat-syarat artikel jurnal ilmiah yang baik.
4. Untuk
Mengetahui format dan sistematika penulisan artikel jurnal ilmiah.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Jurnal Ilmiah
Jurnal
ilmiah adalah majalah publikasi yang memuat KTI (Karya Tulis Ilmiah) yang
secara nyata mengandung data dan informasi yang mengajukan iptek dan ditulis
sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala (Hakim,
2012).
Jurnal
ilmiah adalah sebuah publikasi yang diterbitkan secara berkala oleh suatu
organisasi profesi atau institusi akademik yang memuat artikel-artikel yang
merupakan produk pemikiran ilmiah secara empiris (artikel hasil penelitian)
maupun secara logis (artikel hasil pemikiran) dalam bidang ilmu tertentu (Gunawan,
dkk.).
Adnan,
dkk., (2005) menyebut jurnal ilmiah sebagai forum komunikasi bagi anggota
masyarakat ilmiah disiplin ilmu tertentu. Karena dibaca oleh anggota masyarakat
tertentu, maka jurnal ilmiah harus menyajikan artikel-artikel yang sesuai
dengan minat dan kepentingan tersebut. Isi dari jurnal ilmiah adalah artikel
ilmiah (research article) yakni tulisan yang berisi laporan sistematis
mengenai hasil kajian atau hasil penelitian yang disajikan bagi masyarakat
ilmiah tertentu, yang merupakan audiens khusus dengan tujuan menyampaikan hasil
kajian dan kontribusi penulis artikel kepada mereka untuk dipikirkan, dikaji
kembali, dan diperdebatkan, baik secara lisan maupun secara tertulis. Yang
dimaksud dengan laporan yang sistematis adalah laporan yang disusun dengan
mengikuti struktur dan format yang berlaku dalam suatu jurnal ilmiah. Sedangkan
yang dimaksud dengan hasil kajian adalah hasil pemikiran intensif tentang suatu
topik, sedangkan hasil penelitian umumnya lebih spesifik, karena harus
melibatkan data, yang dipublikasikan di jurnal ilmiah, laporan dari surat kabar
atau majalah, wawancara, laporan saksi mata, dokumen dan sebagainya (Adnan,
dkk., 2005).
Peran dan fungsi jurnal ilmiah:
(1)
sarana komunikasi akademik antarapara ilmuwan (dosen/guru)
(2)
penyebaran (diseminasi) hasil-hasil penelitian
(3)
pengembangan budaya akademik di perguruan tinggi
(4)
sebagai penukaran informasi untuk menghasilkan ide-ide baru akan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Aspek-aspek penting lainnya keberadaan jurnal di
perguruan tinggi antara lain:
(1)
dapat dijadikan sarana pelatihan menulis para dosen
(2)
sebagai sumber pengetahuan baru
(3)
dapat digunakan sebagai sarana perolehan angks kredit
(4)
sebagai pengangkatan citra perguruan tinggi
B. Pengertian
Artikel Ilmiah
1. Artikel ilmiah menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia (KBBI) dapat diartikan sebagai karya tulis lengkap. Misalnya
laporan berita atau essai dalam majalah atau surat kabar.
2. Artikel ilmiah menurut Ilmu Pengetahuan
adalah artikel yang memenuhi kaidah ilmu pengetahuan. Misalnya artikel yang
bertema seni dan budaya.
3. Artikel ilmiah adalah karangan yang
dihasilkan melalui proses penelitian lapangan atau pemikiran konseptual yang
berlandaskan kajian kepustakaan yang ditebitkan dalam jurnal ilmiah
4. Artikel imiah juga dapat diartikan
sebagai hasil berpikir ilmiah yang didasarkan pada rencana yang relatif matang
karena akan memudahkan penulis untuk mewujudkan teks artikel.
5. Selain itu, artikel juga merupakan
suatu representasi hasil pemikiran penulis atau suatu obyek kajian kepada
pembaca melalui bahasa tulis dengan mengikuti sistematika dan kaidah penulisan
ilmiah.
6. Artikel ilmiah, bisa ditulis secara
khusus, bisa pula ditulis berdasarkan hasil penelitian semisal skripsi, tesis,
disertasi, atau penelitian lainnya dalam bentuk lebih praktis. Artikel ilmiah
dimuat pada jurnal-jurnal ilmiah. Kekhasan artikel ilmiah adalah pada
penyajiannya yang tidak panjang lebar tetapi tidak megurangi nilai
keilmiahannya.
Artikel
ilmiah (research articles) menurut
Adnan adalah tulisan yang berisi laporan sistematis mengenai hasil kajian atau
hasil penelitian yang disajikan bagi masyarakat ilmiah tertentu, yang merupakan
audiens khusus dengan tujuan menyampaikan hasil kajian dan kontribusi penulis
artikel kepada mereka untuk dipikirkan, dikaji kembali, dan didiskusikan, baik
secara lisan maupun tertulis. Yang dimaksud dengan audien khusus antara lain
seperti mahasiswa, dosen, peneliti dan ilmuwan. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa artikel ilmiah merupakan
sebuah media komunikasi yang digunakan oleh dosen, mahasiswa, peneliti
dan ilmuwan untuk menyampaikan hasil kajian ilmu atau penelitian.
Berdasarkan pengertian-pengertian
artikel yang telah disebutkan di atas maka dapat disimpulkan bahwa artikel
adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam bentuk tulisan melalui
proses penelitian lapangan atau konsepstual dengan mengikuti sistematika dan
kaidah penulisan ilmiah.
C. Jenis-Jenis
Artikel Jurnal Ilmiah
Artikel
yang terdapat dalam jurnal ilmiah memiliki banyak jenis, di antaranya adalah:
(1) artikel
hasil penelitian
(2) artikel
non-penelitian
(3) tinjauan
buku (books review)
(4) obituari (obituary)
(5) laporan
kasus
(6) ceramah
(7) editorial.
Biasanya
jurnal-jurnal bidang kedokteran dan kesehatan relatif memuat hampir seluruh
jenis artikel yang telah disebutkan di atas. Namun umumnya jurnal ilmiah yang
ada memuat dua atau empat dari tujuh jenis artikel yang ada. Keempat jenis
artikel yang dimaksud adalah artikel hasil penelitian, artikel non-penelitian,
artikel tinjauan buku dan artikel obituari. Untuk pemahaman kita, keempat jenis
artikel tersebur akan dibahas secara lebih rinci.
1. Artikel Hasil Penelitian
Artikel
hasil penelitian (research article)
adalah artikel yang diterbitkan dalam jurnal-jurnal ilmiah (journals). Artikel jenis
ini berisi pelaksanaan dan hasil penelitian. Pemuatan artikel jenis ini
bertujuan untuk membuka wacana diskusi dan kemungkinan penelitian baru, sekaligus
untuk mengetahui apakah teori-teori atau pandangan-pandangan yang terkait
dengan masalah yang diteliti layak untuk untuk tetap diikuti atau hams ditinjau
kembali. Nama lain dari artikel hasil penelitian adalah "artikel
asli," biasanya merupakan artikel ilmiah hasil penelitian, atau dapat berupa
konsep-konsep asli yang dikembangkan dari artikel-artikel ilmiah yang
dipublikasikan. Biasanya bentuk atau format penyajiannya setidaknya terdiri
dari:
(a) judul dan nama
penulis
(b) abstrak
(c) kata kunci
(d) pendahuluan
(e) metode
(f) hasil
(g) diskusi
(h) simpulan
(i) daftar
pustaka
2. Artikel Non-penelitian
Artikel
non penelitian atau sering disebut juga dengan artikel tinjauan (review papers) biasanya
merupakan artikel ilmiah yang disusun berdasarkan telaah pustaka atau kajian
teori. Artikel jenis ini beragam, berisi telaah teori, konsep, prinsip, pengembangan
suatu model, mendeskripsikan fakta atau fenomena tertentu, menilai suatu
produk, dan lain-lain. Karena jenisnya beragam maka bentuk penyajiannya pun
sangat variatif tidak seperti artikel penelitian yang memiliki bentuk baku.
Artikel tinjauan biasanya ditulis oleh para pakar atas permintaan editor.
Penulisan
artikel jenis ini biasanya penulis terlebih dulu mengkaji tulisan-tulisan yang
relevan dengan permasalahannya, baik yang sejalan atau yang bertentangan dengan
apa yang oleh penulis artikel dianggap benar (Suhadi Ibnu).
Artikel
non-penelitian merniliki banyak nama, di antaranya adalah artikel tinjau (review
article) dan artikel hasil pemikiran konseptual. Disebut demikian karena artikel
tinjauan berkaitan dengan tinjauan teoritikal yang cenderung berlanciaskan pada
argumentasi logikal (Kalijernih, 2010). Sehingga sering dikatakan artikel hasil
pemikiran (konseptual) merupakan penuangan pikiran (gayasan) penulis tentang
suatu hal, yang pengembangannya mengikuti kaidah-kaidah berpikir ilmiah (logis,
kritis objektif, dan sistematik). Menurut Noguci sebagaimana dikutip Kali jernih
(2010), fokus penulisan artikel tinjauan, berisi sajian tentang pandangan
sejarah dari bidang tertentu, mendeskripsikan pengetahuan mutakhir tentang
bidang tertentu, mengusulkan sebuah model atau teori untuk menjelaskan data
atau mengundang perhatian. terhadap isu-isu dalam sebuah bidang tertentu.
3. Telaah Buku (Books Review)
Telaah
buku (books review) atau sering
disebut resensi buku merupakan tinjauan analitik dan kritis atas sebuah buku
yang baru diterbitkan (1-3 tahun).
Telaah
dimaksudkan untuk memberikan garnbaran ringkas bagi calon pembaca buku yang
bersangkutan. Paparan penulis telaah bersifat analitik, kritis dan jika mungkin
komparatif dengan acuan buku-buku sejenis yang telah diterbitkan lebih dulu.
Yang perlu diperhatikan dalam menelaah buku adalah penelaah buku harus bersifat
objektif dalam mengulas kelebihan-kelebihan dan kelemahan-kelemahan buku yang
ditelaahnya secara proposional.
4. Obituari (Obituary)
Obituari
(obitary) adalah artikel yang mengulas berita kematian seorang tokoh
ilmuwan yang disertai biografi singkat tokoh tersebut. Tujuan pemuatan obituari
adalah untuk memberikan penghormatan kepada ilmuwan yang bersangkutan atas
jasa-jasa semasa hidupnya di dalam pengembangan bidang ilmu yang ditekuninya.
D.
Syarat-syarat
Artikel Ilmiah
1.
Ciri artikel yang baik:
a. Aktual
b. Akurat
c. Cukup panjang dan bagus
d. Mempunyai gambar-gambar sebagai
ilustrasi lengkap.
2.
Syarat-syarat artikel yang baik
a. Mengandung masalah
b. Topik harus spesifik, sehingga dapat
dengan mudah diuraikan atau dijelaskan. Semakin spesifik suatu topik, semakin
mudah bagi penulis untuk menyelesaikannya.
c. Semua gagasan harus bisa
dipertanggungjawabkan dengan mengikutsertakan alasan, bukti, dan contoh.
d. Panjang artikel antara 3-5 halaman.
e. Sebuah artikel hendaknya menyertakan
alternatif pemecahan persoalan atau menyertakan harapan, usul ataus saran
kepada pembaca.
E. Sistematika
Penulisan Artikel Jurnal Ilmiah
Telah
dikemukakan bahwa umumnya jurnal ilmiah memuat empat jenis artikel, yaitu hasil
penelitian, non-penelitian, tinjauan buku, dan obituari. Berikut ini akan
dijelaskan unsur-unsur yang terdapat dalam keempat jenis artikel tersebut.
a.
Format Artikel Hasil
Penelitian
Isi
dan format artikel hasil penelitian dalam jurnal memiliki format umum yang
relatif baku. Berikut ini disajikan uraian singkat tentang isi dan format atau
sistematika penulisan artikel hasil penelitian yang lazim digunakan.
1. Judul
Dalam
membuat judul artikel, hendaknya harus memenuhi hal-hal berikut:
(1)
informatif dan komprehensif
(2)
mencerminkan isi artikel,
(3)dapat
menarik perhatian
(4) memuat
variabel-variabel yang diteliti atau kata-kata kunci yang menggambarkan masalah
yang, diteliti. Terkait dengan judul yang menarik, ada beberapa saran yang
disampaikan Adnan (2005), yakni:
(1)
pilihlah kata-kata yang langsung menawarkan jawaban,
atau setidaknya menyinggung masalah yang dimasa lalu belum terjawab dan masih
menimbulkan kontroversi
(2) informasi
yang layak diberitakan (news value).
News value artikel ilmiah adalah informasi baru
tentang suatu topik penting atau yang sedang hangat dibicarakan oleh media
(3) judul
sebaiknya tidak lebih dari 12 kata jika ditulis dalam bahasa Indonesia dan 10
kata jika ditulis dalam bahasa Inggris.
2. Nama
dan Keterangan Penulis
Pencantuman
nama penulis dilakukan tanpa gelar akademik ataupun kepangkatan. Nama penulis
dilengkapi dengan keterangan lembaga asal penulis yang disertai alamat lembaga,
dan dilengkapi dengan email atau telpon untuk keperluan korespondensi. Apabila
artikel ditulis oleh tim, maka penulis utama dicatumkan pada urutan pertama.
Untuk contoh lihat lampiran.
3.
Abstrak (Abstract)
Abstrak
merupakan bagian penting yang digunakan untuk menarik perhatian pembaca.
Abstrak berisi pernyataan ringkas dan padat tentang ide-ide yang paling
penting. Abstrak berisi ringkasan dari inti suatu artikel secara komprehensif,
yang memuat uraian masalah penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian yang
digunakan, dan hasil penelitian. Panjang abstrak kurang lebih 100 kata dan
ditulis dalam satu paragraf. Abstrak harus ditulis dalam dwi bahasa, yaitu
bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Abstrak juga dapat digunakan untuk
memudahkan pembaca melakukan skimming dan scanning (Kali jernih, 2010).
4. Kata Kunci (Keywords)
Kata
kunci (keywords) adalah kata atau terminologi spesifik bidang ilmu yang dibahas
di dalam artikel. Kata kunci (keywords) menggambarkan ranah masalah yang
diteliti dan istilah-istilah teknis yang berkaitan dengan penelitian yang
dilaporkan. Kata kunci dapat diambil dari judul penelitian atau dari tubuh
artikel (yang mencerminkan ranah permasalahan yang diteliti) sebanyak kurang
lebih 3-5 kata. Fungsi kata kunci digunakan untuk filling and searching,
pengelompokkan, dan dokumentasi.
5.
Pendahuluan (Introduction)
Bagian
pendahuluan (Introduction) umumnya
memuat antara lain:
(1)
Permasalahan penelitian, yang mencakup uraian masalah atau alasan penelitian
(latar belakang), pernyataan logis yang mengarah ke hipotesis atau tema pokok
(2) cara pendekatan
atau pemecahan masalah
(3) tujuan penelitian
(4) hasil yang
diharapkan
(5) rangkuman
kajian teoritik yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Dalam menulis
kajian teoritik, sebaiknya gunakan acuan yang mutakhir dan relevan. Seluruh
bagian pendahuluan dipaparkan secara terintegrasi dalam bentuk paragraf-paragraf,
dengan panjang kurang lebih 15-20% dari panjang keseluruhan artikel.
6. Metode (Method)
Bagian
ini memuat bagaimana penelitian dilakukan. Bagian ini memuat unsur-unsur antara
lain:
(1)
rancangan atau desain penelitian
(2) sasaran penelitian
(populasi dan sampel atau subjek penelitian)
(3) pengembangan instrumen dan teknik
pengumpulan data
(4)
teknik analisis data.
Format
sub-sub bagian ditulis dalam format esai dan seminimal mungkin menggunakan
format enumeratif (lihat contoh).
7. Hasil (Result)
Hasil
Penelitian atau biasa ditulis "Hasil" saja, merupakan bagian
utamadari artikel penelitian. Bagian ini memuat hasil analisis data. Hasil
penelitian tidak memuat pengujian hipotesis dan penggunaan statistik.
Penyampaian hasil penelitian dapat dibantu dengan penggunaan tabel dan grafik.
Grafik dan tabel harus dibahas dalam tubuh artikel tetapi tidak dengan cara
pembahasan yang mendetil satu-persatu. Jika penyajiannya relatif panjang,
hasil, dapat dibagi ke dalam sejumlah sub-sub bagian. Panjang paparan hasil
kurang lebih 40-60% dari panjang artikel.
8. Pembahasan (Discussion)
Bagian
pembahasan merupakan bagian terpenting dari keseluruhan isi artikel ilmiah.
Bagian ini berisi ulasan atau pemaknaan hasil dan pembandingan dengan teori dan
atau hasil penelitian sejenis. Pembahasan memuat jawaban-jawaban pertanyaan
penelitian dan menunjukkan bagaimana temuan-temuan tersebut diperoleh,
menginterpretasikan temuan, mengaitkan temuan penelitian dengan struktur pengetahuan yang telah mapan,
dan memunculkan teori-teori baru atau modifikasi dari teori yang telah ada. Pembahasan
menjadi lebih penting artinya apabila temuan penelitian berbeda dengan
teori-teori yang selama ini diakui kebenarannya. Bagian ini memuat kurang lebih
50%-70% panjang artikel.
9.
Simpulan dan Saran
Simpulan
menyajikan ringkasan dan penegasan penulis mengenai temuan hasil penelitian
yang berupa jawaban atas pertanyaan penelitian atau esensi dari hasil
penelitian dan pembahasan. Sedangkan saran hendaknya dikembangkan berdasarkan
temuan penelitian. Saran dapat mengacu kepada tindakan praktis, pengembangan
teori baru, dan penelitian lanjutan. Simpulan maupun saran disajikan dalam
bentuk paragraf bukan dalam bentuk numerikal.
10.
Daftar Rujukan
Daftar
rujukan atau sering disebut juga dengan daftar pustaka ditulis dengan
menggunakan pedoman umum yang berlaku bagi penulis artikel. Ada sejumlah
pedoman yang harus ditaati dalam membuat daftar rujukan:
(1) hanya yang benar-benar dirujuk di dalam
artikel yang boleh dicantumkan di dalam daftar rujukan
(2)
semua yang dirujuk dalam artikel hams
tercantum
di dalam daftar rujukkan.
b. Format
Artikel Non-Penelitian
Isi
dan format artikel non-penelitian, walau pun memiliki sejumlahmunsur-unsur yang
relatif sama dengan artikel hasil penelitian, secara substansial memiliki
perbedaan. Pada artikel non-penelitian tidak memiliki unsur-unsur metode,
hasil, dan pembahasan, seperti yang terdapat pada isi dan format artikel hasil
penelitian. Sebaliknya unsur-unsur tersebut diganti dengan
bahasan utama
atau bahasan inti berupa sub-sub judul yang disesuaikan dengan subtopik yang
sedang dibicarakan atau argumentasi yang sedang dikembangkan oleh penulisnya
(Adnan, dkk., 2005). Umumnya isi berupa kupasan, analisis, argumentasi dan
pendirian penulis mengenai masalah yang,dibicarakan. Sedangkan unsur-unsur lain
seperti judul, nama penulis, keterangan penulis, abstrak, kata kunci, pendahuluan,
simpulan, dan lain-lain, sama dengan artikel hasil penelitian. Namun demikian
terdapat perbedaan di dalam isinya. Berikut penjelasan isi dan format artikel
non-penelitian atau artikel hasil pemikiran.
1. Judul (formatnya sama dengan
forrnat artikel hasil penelitian).
2. Nama penulis (formatnya
sama dengan format artikel hasil penelitian).
3. Abstrak (formatnya sama dengan
format artikel hasil peneli tian).
4. Kata kunci (formatnya sama dengan
format artikel hasil penelitian).
5. Pendahuluan. berisi uraian yang
mengantarkan pembaca kepada topik utama yang akan dibahas.
6. Bagian inti. Bagian ini terdiri dari
sejumlah sub-judul yang disesuaikan dengan topik bahasan.
7.
Penutup atau simpulan. Merupakan sub-judul bagian akhir dari
suatu artikel non-penelitian. Isinya berupa catatan akhir atau yang sejenisnya.
8. Daftar Rujukan (formatnya sama dengan
format artikel hasil penelitian).
c.
Format Tinjauan Buku
Untuk
format tinjauan buku (book reviewer) tidak memiliki format baku, namun
demikian isi dari tinjauan buku, umumnya memuat antara lain:
1.
Bagian Pendahuluan. Umumnya
memuat data buku meliputi judul buku, nama penulis, penerbit, cetakan dan tahun
terbit, serta keterangan tebal dan jumlah halaman.
2. Bagian Pengenalan. Umumnya berisi
pengantar pengenalan kepada pembaca berupa informasi tentang isi buku. Lalu
diikuti oleh ikhtisar singkat dari isi buku yang sedang di review, dengan cara
mencatat sejumlah gagasan pokok dari buku tersebut.
3. Bagian Penilaian. Upaya melalukan
evaluasi terhadap isi buku secara komprehensif, disertai dengan penjelasan
tentang kelebihan dan kekurangan dari buku tersebut
4. Bagian Akhir. Memuat sejumlah
kesimpulan serta rekomendasi buku tersebut kepada orang lain.
d.
Format Obituari
Sama
halnya dengan format artikel tinjauan pustaka, format artikel obituari dalam
jurnal umumnya juga tidak baku. Komponen atau unsur-unsur yang terdapat dalam
artikel obituari umumnya berisi antara lain:
1.
Memuat biografi singkat hidup tokoh
yang baru saja meninggal
2.
Memuat karier akademik dengan memuat
sejumlah karya-karya yang menonjol di bidangnya. Disertai cuplikan-cuplikan
dari karyanya yang dipandang memberikan kontribusi besar di bidangnya. memuat
sejumlah penghargaan akademik yang diperoleh disertai komentar-komentar sahabat
atau kolega dalam bidangnya.
3.
Untuk melengkapi data si tokoh, biasanya juga disertai riwayat pendidikan dan sejumlah penghargaan yang diterimanya.
Sistematika
penulisan berkaitan dengan sistematika penjenjangan atau peringkat judul dan
sub-sub judul dengan menggunakan jenis-jenis ukuran yang berbeda. Secara umum
sistematika penulisan artikel untuk jurnal ilmiah, apabila terdiri dari empat
jenjang, ditulis sebagai berikut:
1.
Jenjang pertama (untuk
judul bab), ditulis dengan huruf BOLD KAPITAL, diletakkan di tengah,
2. jenjang
kedua (subjudul I), ditulis dengan huruf BOLD KAPITAL di pinggir,
3. jenjang
ketiga (subjudul2), ditulis dengan huruf bold tidak kapital di pinggir,
dan
4. jenjang
keempat (subjudul 3), ditulis dengan huruf bold italic
di pinggir.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jurnal ilmiah
adalah sebuah publikasi yang diterbitkan secara berkala oleh suatu organisasi
profesi atau institusi akademik yang memuat artikel-artikel yang merupakan
produk pemikiran ilmiah secara empiris maupun secara logis dalam bidang ilmu
tertentu.
Artikel adalah hasil pemikiran manusia yang dituangkan dalam
bentuk tulisan melalui proses penelitian lapangan atau konseptual dengan
mengikuti sistematika dan kaidah penulisan ilmiah.
Artikel yang
terdapat dalam jurnal ilmiah memiliki banyak jenis, di antaranya adalah: (1)
artikel hasil penelitian, (2) artikel non-penelitian, (3) tinjauan buku (books review), (4) obituari (obituary), (5) laporan kasus, (6)
ceramah dan (7) editorial.
Ciri artikel yang baik: Aktual, akurat,
cukup panjang dan bagus, serta mempunyai gambar-gambar sebagai ilustrasi
lengkap.
syarat-syarat artikel yang baik
adalah mengandung masalah, topik harus spesifik, mengikutsertakan alasan,
bukti, dan contoh, panjang artikel antara 3-5 halaman, menyertakan alternatif
pemecahan persoalan atau menyertakan harapan, usul atau saran kepada pembaca.
Secara umum
sistematika penulisan artikel untuk jurnal ilmiah, apabila terdiri dari empat
jenjang, ditulis sebagai berikut: Jenjang pertama (untuk judul bab), ditulis
dengan huruf BOLD KAPITAL, diletakkan di tengah, jenjang kedua (subjudul
I), ditulis dengan huruf BOLD KAPITAL di pinggir, jenjang ketiga
(subjudul2), ditulis dengan huruf bold tidak kapital di pinggir, dan
jenjang keempat (subjudul 3), ditulis dengan huruf bold
italic di pinggir.
B. Saran
Dengan
dibuatnya makalah ini penulis menyarankan kepada para pembaca agar meningkatkan
gairah menulis artikel ilmiah yang pada akhirnya meningkatkan mutu jurnal
ilmiah di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia baik kualitas maupun
kuantitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar